Dulu, kuliah dan kerja sering dianggap dua hal yang sulit dijalani bersamaan. Jadwal kuliah padat, tugas menumpuk, belum lagi waktu perjalanan yang bikin energi cepat habis. Tapi sekarang, pola belajar di perguruan tinggi mulai berubah. Banyak anak muda mulai mencari kampus dengan sistem yang lebih adaptif supaya bisa tetap produktif, mencari pengalaman kerja, sekaligus melanjutkan pendidikan.
Kuliah sambil kerja juga makin umum terjadi di kota besar seperti Jakarta. Bukan cuma demi tambahan penghasilan, tapi juga untuk membangun pengalaman sejak dini. Menurut sebuah survei, lebih dari 25% mahasiswa menjalani kuliah sambil bekerja, dengan profesi mulai dari freelancer, pekerja kafe, sampai wirausaha muda.
Menariknya, perkembangan sistem Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ) ikut membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk mengatur ritme belajar sesuai kebutuhan. Jadi, pembelajaran bukan sekadar “kuliah online”, tetapi juga tentang akses materi digital, sistem belajar mandiri, diskusi, hingga kemampuan membangun disiplin dan manajemen waktu.
Banyak figur publik juga pernah menjalani fase belajar sambil membangun karier. Cinta Laura misalnya, dikenal mampu menyeimbangkan pendidikan dan aktivitas profesional sejak muda. Hal seperti ini membuat banyak calon mahasiswa mulai sadar bahwa pengalaman kerja dan pendidikan bisa berjalan beriringan.
Di Jakarta sendiri, kebutuhan akan kampus yang mendukung kuliah sambil kerja terus meningkat. Karena itu, model pembelajaran fleksibel seperti yang diterapkan Universitas Terbuka Jakarta mulai banyak dilirik. Bahkan, data menunjukkan sekitar 75% mahasiswa UT sudah bekerja sebelum lulus kuliah.
Buat banyak orang, kuliah hari ini bukan lagi soal datang ke kelas setiap hari. Yang lebih penting adalah bagaimana pendidikan tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan kesempatan berkembang di dunia kerja.