Sambut Mahasiswa Baru lewat OSMB, UT Jakarta Tanamkan Rasa Bangga Berkuliah di PTN-BH Berakreditasi A
Kegiatan OSMB menjadi ajang pembekalan strategi belajar mandiri sekaligus memantapkan kebanggaan almamater bagi para mahasiswa baru UT Jakarta
Pondok Cabe, Sabtu (26/07/2026) – Universitas Terbuka Jakarta (UT Jakarta) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU) yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe. OSMB dan KU merupakan salah satu rangkaian Layanan Pendukung Kesuksesaan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang dirancang untuk membekali mahasiswa baru dalam memahami sistem pembelajaran di Universitas Terbuka. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., serta Direktur UT Jakarta, Drs. Moh. Muzammil, M.M., bersama jajaran pimpinan dan narasumber yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru.
Sebanyak 2.529 mahasiswa baru dari berbagai kota di wilayah layanan UT Jakarta hadir memadati UTCC pada momentum penting tersebut. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari saat registrasi berlangsung. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari lulusan SMA dan SMK, pekerja profesional, aparatur sipil negara, pelaku usaha, hingga masyarakat yang kembali melanjutkan pendidikan setelah sempat tertunda. Kehadiran ribuan mahasiswa baru ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu.
Rangkaian kegiatan OSMB diawali dengan registrasi peserta dan penayangan video pengenalan Universitas Terbuka serta testimoni alumni. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi, sambutan Direktur UT Jakarta dan Rektor Universitas Terbuka, serta prosesi penyematan almamater kepada mahasiswa baru sebagai simbol resmi bergabungnya mereka ke keluarga besar Universitas Terbuka. Setelah itu peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pendidikan terbuka dan jarak jauh, sistem pembelajaran UT, registrasi pembelajaran dan ujian, literasi perpustakaan digital, etika dan integritas mahasiswa, pemanfaatan MyUT dan UT Online, hingga penguatan karakter melalui materi peran pemuda dalam pemberantasan korupsi.

Mengusung tema “UT Jakarta Tekankan Kebanggaan Berkuliah di PTN-BH Berakreditasi A”, OSMB Tahap 1 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami posisi strategis Universitas Terbuka sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Indonesia. Tema tersebut sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa UT merupakan bagian dari institusi pendidikan tinggi yang memiliki rekam jejak mutu akademik yang diakui secara nasional maupun internasional, sekaligus berperan nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto menyampaikan bahwa mahasiswa baru yang bergabung di UT kini menjadi bagian dari komunitas akademik yang menjunjung tinggi semangat lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk tetap belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun tanggung jawab lainnya. Namun di balik fleksibilitas tersebut, mahasiswa dituntut memiliki disiplin, kemandirian, dan komitmen yang kuat untuk mencapai keberhasilan akademik.
Sementara itu, Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil menegaskan bahwa memilih Universitas Terbuka merupakan keputusan yang tepat dan membanggakan. Ia menjelaskan bahwa UT merupakan salah satu dari sedikit perguruan tinggi negeri yang berstatus PTN-BH dan telah meraih Akreditasi Unggul.
“UT adalah kampus negeri yang memiliki kualitas tinggi, tata kelola yang baik, serta pengakuan nasional dan internasional. Karena itu, mahasiswa baru harus bangga menjadi bagian dari Universitas Terbuka Jakarta,” ujarnya.
Pada sesi konferensi pers yang digelar, Prof. Ali Muktiyanto menegaskan komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas. Menurutnya, UT hadir sebagai instrumen strategis negara dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi sekaligus membangun kapasitas masyarakat yang memiliki kemampuan inovasi, adaptasi, dan daya saing tinggi.
“Universitas Terbuka memiliki aksesibilitas yang tinggi bagi seluruh kalangan dan profesi. Kami siap mempercepat akselerasi pendidikan tinggi nasional untuk mendukung peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi dan menyiapkan generasi yang unggul untuk masa depan bangsa,” tegasnya.
Prof. Ali juga mengungkapkan bahwa profil mahasiswa UT saat ini didominasi oleh generasi Z dengan persentase mencapai sekitar 82 persen. Menurutnya, karakteristik generasi tersebut membutuhkan sistem pendidikan yang fleksibel karena sebagian besar telah memiliki aktivitas produktif, bekerja, berwirausaha, maupun menjadi kreator digital.
“Generasi Z membutuhkan reskilling dan upskilling untuk meningkatkan kompetensi dan jenjang kariernya. Mereka membutuhkan sistem pendidikan yang mampu mengikuti ritme kehidupan mereka, dan UT hadir menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kekuatan utama Universitas Terbuka. Proses admisi mahasiswa telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk verifikasi data, identitas, dan ijazah calon mahasiswa. Dalam proses pembelajaran, AI juga mulai dimanfaatkan sebagai pendamping tutor untuk meningkatkan kualitas layanan akademik. Namun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan manusia.
“AI adalah alat bantu. Yang paling penting adalah integritas akademik. Mahasiswa harus memahami bahwa teknologi digunakan untuk mendukung proses belajar, bukan menggantikan nilai kejujuran dan tanggung jawab akademik,” ujar Prof. Ali.
Mengenai target pengembangan institusi, Prof. Ali mengungkapkan bahwa Universitas Terbuka menargetkan jumlah mahasiswa mencapai tiga juta mahasiswa pada 2050. Untuk mewujudkan target tersebut, UT terus memperkuat learning management system, mengoptimalkan pembelajaran digital, meningkatkan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, memperbarui sarana-prasarana, memperkuat infrastruktur teknologi informasi, serta membangun tata kelola yang bersih dan bebas fraud.
“Kami ingin kampus yang mendatangi masyarakat, bukan masyarakat yang harus selalu datang ke kampus,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan jumlah mahasiswa di wilayah layanan UT Jakarta. Saat ini UT Jakarta telah melayani sekitar 100.000 mahasiswa dan ditargetkan dapat berkembang hingga mencapai 190.000 mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan UT tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari lahirnya pembelajar sejati yang terus mengembangkan kompetensi sepanjang hayat.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan pemegang ijazah, tetapi juga menciptakan learner sejati yang terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ujarnya.
Muzammil menambahkan bahwa salah satu tujuan utama OSMB adalah mengubah pola pikir mahasiswa baru agar siap menjalani sistem pembelajaran jarak jauh yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Berbeda dengan pendidikan konvensional yang berpusat pada guru atau dosen, mahasiswa UT dituntut lebih aktif dalam mengatur waktu, mencari informasi, dan mengelola proses belajar secara mandiri. Ia juga menegaskan bahwa keunggulan UT sebagai PTN-BH terletak pada sistem pembelajaran yang terstandar secara nasional sehingga mahasiswa di seluruh daerah memperoleh layanan dan mutu pendidikan yang sama.
Melalui OSMB Tahap 1 ini, UT Jakarta tidak hanya memperkenalkan sistem akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan rasa bangga sebagai bagian dari PTN-BH berakreditasi A yang terus berinovasi dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, pemanfaatan teknologi digital, serta komitmen terhadap integritas akademik, ribuan mahasiswa baru UT Jakarta diharapkan mampu menjadi generasi pembelajar yang adaptif, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi nyata untuk negeri.
