Gelar Natal Pertama, UT Ingin Jalin Persaudaraan dan Kepedulian Pada Sesama

Jakarta, LPM Sukma – UPBJJ-Universitas Terbuka Jakarta gelar perayaan natal bersama civitas UT untuk pertama kalinya, Sabtu, 20 Januari 2018, di Aula Universitas Terbuka Jakarta, Lt.4, Rawamangun, Jakarta Timur. Yohanna, ketua panitia kegiatan tersebut mengatakan bahwa rencana pelaksanaan muncul pada November tahun 2017. Mengingat sejak angkatan 2006.2 belum ada perayaan serupa, baik di UT Jakarta maupun di UT Pondok Cabe, Tangerang.

“Idenya muncul November, saya ingat kalau Natal makin dekat. Nah saya sebagai alumni UT kepikiran kalau di UT belum pernah ada perayaan Natal bersama, kenapa tidak dibuat saja,” ujarnya Yohanna kepada LPM Sukma.

Ia kemudian mendiskusikan hal tersebut dan bersama Amatus, yang sejak November menjabat sebagai  ketua Forum Belajar Ilmu Komunikasi (Forbik) UT Jakarta, segera mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk menggelar kegiatan ini. Yohanna mengakui bahwa rencana tersebut terbilang nekad, mengingat waktu persiapan yang sempit, dan beberapa hal lain terkait kepanitiaan.

“Panitianya hanya kami berdua waktu itu, bahkan seluruh publikasi ya kontaknya hanya kami,” tuturnya.

Namun ia bersyukur karena kegiatan ini kemudian disambut baik, salah satunya dengan dukungan dari anggota persiapan pembentukan Persatuan Mahasiswa Kristen (PMK) UT, yang ikut membantu segala persiapan yang ada. Kegiatan inipun mempertemukan banyak pihak yang kemudian menjadi titik awal terbangunnya silaturahmi dan rasa persaudaraan yang lebih erat.

Meskipun jumlah peserta yang datang pada perayaan ini tidak terlalu banyak namun suasana ibadah dan kebersamaan yang terjalin sangat baik, karena kegiatan ini pertama kali di adakan di harapkan mampu menjadi cikal bakal perayaan-perayaan selanjutnya di kemudian hari.

Selain perayaan keagamaan dalam kegiatan ini juga turut dilaksanakan pengumpulan donasi. Hasil dari sumbangan tersebut terkumpul  sebesar 2 juta Rupiah yang kemudian diserahkan kepada Pondok Pesantren Yatim Piatu Mahad Aytam Kedoya, Jakarta Barat. Amatus, panitia kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik rasa kemanusiaan seluruh civitas, mahasiswa, maupun masyarakat, agar dapat saling menghargai sesama manusia tanpa melihat latar belakang Agama maupun Suku, sehingga tidak ada lagi sentimen-sentimen terhadap golongan tertentu yang justru memecah belah kesatuan bangsa.

“Kita memang mencari dan menyumbangkan donasi kepada non kristiani, makanya kita pilih Pondok Pesantren Yatim Piatu Mahad Aytam, sehingga ini menjadi gambaran bahwa untuk peduli, untuk menghargai, tak perlu pilih-pilih seiman atau tidak, yang utama itu rasa kemanusiaan,” ungkapnya.

(Reporter : Imelia/Deri Ramdhani)

Source : LPM Sukma

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 2 =